Entri yang Diunggulkan

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG, KALAU SUDAH KENAL ?

Rabu, 30 November 2016

PERJALANAN KE 2. (EDISI PACITAN) part 1


                      "Ngeteng Juga Keren"

Hallo... Kali ini kami ummm... kami atau kita? kita aja yaaa... hehe biar lebih akrab :D
Kali ini kita bakal ceritain pengalaman kita ke Pacitan. udah tau dooong pastinya Pacitan itu adanya dimana? yup!!! Pacitan itu sebenernya ada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Berhubung kita berdua belum tau bagaimana caranya untuk sampai ke Pacitan.... Jadi kita langsung cari info-info mengenai Pacitan dan destinasi apa aja yang ada disana. Mulai dari tanya ke mbah gugel. tanya-tanya info sama orang-orang di instagram yang udah explore Pacitan, sampe nanya ke orang pinter! (ah ngga! yang ini bercanda hahaha) sampe tanya ke temen sendiri yang asli orang sana maksudnya hehehe...

Mulai dari tempat A sampe ke tempat Z semuanya pengen didatengin! aaaaa tempatnya bagus-bagus dooooong ternyataaa! :( sampe bingung mau kemana aja. Yaudah berhubung persedian receh di dompet kita itu terbatas, akhirnya kita memilih berangkat via Kereta Ekonomi yang arahnya ke Madiun. Nah ininih yang juga bikin kita rancu. sebelum akhirnya kita memilih stop di Madiun, ada salah satu dari temennya Mulya bilang kalo ke Pacitan itu lebih deket dari Solo. Tapi orang dari IG yang udah explore daerah sana bilang kalo kemarin dia start dari Madiun. Yaudah lah kita pilih berdasarkan pengalaman orang lain aja. Madiun! 

Dengan modal ongkos Kerta Api PP Rp. 289,000/2pax (setelah didiskon yang entah diskon apa waktu itu)  akhirnya kita cus pesen tiket untuk 31 Maret - 5 April 2016. Yippy!!! tiket udah ditangan, saatnya mantepin bekel buat kesana! Hasil yang didapat kita bakal nyusurin Madiun-Pacitan. here we go!!! The day is coming.

starting point. (dalem kereta di ps senen)

Rasa-rasanya pilihan ini udah paling tepat lah ya. Jadwal pasti, yang artinya 12 Jam lagi kita bakal sampe Madiun. Yuhuuuu..... Pas masuk kereta aja udah sumringah banget. Sambil terus ngomong ga nyangka kalo kita bakal ngexplore berdua ketempat yang sama-sama belom kita tau kayak gini hahahah

muke masi pada kontrol.

Beberapa


udeh ada yang teler

31 april 2016, kami berdua berangkat dari stasiun pasar senen menuju madiun, menempuh kurang lebih 15 jam lamanya. Untuk keadaan dan situasi didlm kereta sepertinya tak perlu ku ceritakan, kami menggunakan kereta Ekonomi Brantas, Ya begitulah :D (duo backpacker ceritanya).


keganjenan lawan penumpang.

Sudah tak heran lagi akan keadaan didalam kereta, sempit dan kursi yang tegak menyulitkan ruang gerak ketika mata sudah mulai mengantuk.



sesi lapar "bekel dari si cowok" (pertama kali di masakin bekel sm cowok) 

Sesampainya di madiun, kami memilih jasa sewa motor. Ini mempermudahkan kami untuk mengeksplore keindahan alam disetiap perjalanan dari madiun ke pacitan, dan juga dikarnakan di pacitan sulitnya kendaraan umum (irit biaya).


AKHIRNYAAAAAAA part 1


sampai di stasiun MADIUN





langsung motoran.


Untuk berkendara dari madiun ke pacitan waktu yang ditempuh kira-kira kurang lebih 3-4 jam. Jalan yang dilalui juga cukup bagus 97% jalan aspal, jadi kemungkinan bertemu lubang itu kecil hehe. Tetap safety riding ya, maaf ga pake helm, abisan gerah ahaha.



view di jalan (1)

Kanan kiri bukit, jalan berkelok-kelok. hanya saja jika hujan turun menyebabkan rawan terjadi longsor. Selalu berhati-hati hindari tebing-tebing curam.


view di jalan (2)



view di jalan (3) 


Tujuan distinasi kami yaitu menyusuri pantai arah barat dari kota pacitan, teleng ria, Srau, Watu karung, kelayar, Buyutan dan Banyu tibo. 


dimana ya?

Kurang lebih hampir 4 jam kami duduk di sepeda motor, akhirnya sampai lah di tujuan pertama yaitu pantai teleng ria.
Setelah lelah berada di kereta lalu berkendara sepeda motor dan juga mata yang mangantuk. Akhirnya kami mengistirahatkan tubuh kami di hammock. Kami tiba di teleng ria pada pukul 12:00 siang, keadaan pantai bagiku tak memungkinkan untuk kami yang berniat mendirikan tenda. Alhasil tidurpun hanya sebentar, karna kami harus mencari tempat yang dapat kami dirikan tenda.


tempat istirahat terpewe (1)


supir tepar haha


Kami hanya sebentar di pantai teleng ria, ya walaupun sebentar urusan selfie kami tidak ketinggalan.



teleng ria



teleng ria (4)






Sapaan Semesta dari Gunung Guntur


"Sebelum perjalanan kita dimulai, ada baiknya kita semua berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. supaya trip ini berjalan lancar, dipermudah Allah subhanawata'ala juga selamat dari awal perjalanan sampai keruman masing-masing." Salah satu dari kami menjadi pemimpin doa kala itu. 


20:00 jum'at, febuari 2016
Meeting point di rumah salah satu sahabat Allam.
Kami start dari jakarta ke Garut pada malam hari, ini dikarnakan beberapa sahabat Allam masih menunggu jam pulang kerja. Rata-rata mereka bekerja di Mall, jadi wajar saja jam kerjanya mengikuti jam operasional Mall.
Kami ber-8 diantaranya adalah aku & Aghita, iwan, oki, budi, devry & restu. Kami menggunakan kendaraan pribadi yang memang kami sewa untuk Trip kali ini.
Kurang lebih 5 jam kami habiskan dalam perjalanan. tak satupun dari kami yang terlihat lelah walaupun sebelum berangkat, kami berkegiatan seperti biasa layaknya seorang karyawan dan mahasiswa. Tepat pukul 4 pagi, kami tiba di basecamp Guntur. sambil menunggu matahari terbit, Budi yang setia menjadi supir akhirnya tak lagi bisa menahan kantuk. dia tertidur didalam mobil. sementara yang lainnya asik menyantap sarapan murah ala ibu warung di daerah basecamp. 


starting point
Setelah mengurus administrasi (yang ternyata jumlahnya sudah terlupakan haha) kami mencoba membangunkan Budi yang tak juga bangun dari tidur cantiknya didalam mobil (HAHA DASAR MANUSIA KEBO). Beberapa dari kami juga sudah berkali-kali mencoba membangunkan sampai akhirnya bapak tukang parkir yang membantu membangunkan. Hahaha dasar lelaki

Tak lama setelah Budi bangun dan ikut ber-sarapan ria, akhirnya kami berdoa kembali. Memohon kelancaran karena beberapa dari kami sudah paham akan medan yang nanti akan kami lewati. 
Tepat pukul 7 pagi, Kami semua bergegas mengangkat tas masing-masing.
Mari berangkaaaaaat!!!!!

*Sedikit cerita sebenarnya, ini pertama kali (Mulya) trekking kegunung dengan wanita gandengan  sendiri haha*



View Gunung Guntur

"Sob.. potoin gue bedua dong" pinta Mulya ke salah satu temannya.
sebelum pendakian, sebagai awal mula dan pemanasan ada baiknya sih kita selfie dulu. apalagi bedua sama sang *uhuy* kan hahaha. Cuaca mulai gelap, kabut mulai turun dan mulai turun rintik hujan. Hal ini tidak menurunkan semangat kami untuk memulai pendakian. Memang terkadang hujan membuat kami sedikit khawatir akan isi dalam carrier kami, beberapa dari kami tidak melapisi dengan plastik saat memasukan pakaian dan jika hujan habislah.
yup! sambil berdoa dalam hati, kami tetap terus melangkah demi menyelesaikan yang sudah dimulai HEHE






udah mulai lelah sob.. ngasoh dulu.

Ini trek batu yang memang bikin lutut gemeteran. Beberapa dari kami sudah menampakan wajah yang cukup lelah. Apalagi Aghi, ternyata dia sudah hampir setahun lebih tidak melakukan pendakian. Haha jadilah Mulya yang membawa segala perlengkapan (sebenarnya ini juga supaya bisa menghemat bagasi mobil HAHA) ternyata lumayan juga isi tasnya.
"Ya Allah kapan sampenya, ini tas bikin lutut minta dipulangin aja ya Allah...." (kata Mulya dalem hati. yagak Mul? HAHAHA)
Emang dasar si Aghi ini, udah tau orang capek, muke gak kontrol masi ajaaaaa nyolong-nyolong selfi HAHAHA


Selfie pada tempatnya

Gunung Guntur adalah gunung andalan di garut walaupun tidak setinggi seperti gunung-gunung lainnya di jawa barat. Tetapi jangan meremehkan Gunung ini, iya untuk semua gunung juga kita harus tetep menghargainya. Entah itu tinggi atau pendek, kita tidak bisa mengukur dari hal itu. sedikit gambaran dari kami tentang trek Guntur, mata air yang memadai di sepanjang perjalanan menuju pos 3. Setelah melewati curug citiis, pohon sulit ditemukan dan bisa dikatakan Guntur agak tandus. Ketika panas, akan sulit untuk berteduh dibawah pohon. Kami menyarankan, untuk memakai baju dan celana berlengan panjang. Tidak usah terlalu tebal, cukup yang dapat menyerap keringat. Cuaca di Gunung ini juga agak ekstrim, terkadang panas yang begitu terik dan angin yang cukup kuat. Seperti yang kami kenakan. Aghi dengan legging dan kaos biasa nya yang biasa dia gunakan ketika mendaki (meringankan badan sendiri katanya) dan Mulya dengan celana cargo quickdry panjang menghemat bawaan (katanya), pakaian seperti ini bisa jadi referensi kalian kok :)


Trek batu cukup terjal

Setelah beristirahat, perjalanan kami mulai kembali. Tidak lama kami melanjutkan perjalanan kira-kira 25 menit, ternyata curug citiis sudah didepan kami. Kami semua bergegas menyegarkan muka yang mulai kusut, mengisi kembali botol minuman kami untuk persediaan selama diperjalanan. Apa boleh buat, ini ibarat rejeki jangan ditolak. 

girang amat bos nemu kobangan aer (HAHA)

Ternyata belum puas kami menyegarkan muka, yang lainnya pun juga masih ingin bersantai-santai. Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat makan siang dan ngopi-ngopi. Di curug ini kita juga bisa membeli makanan seperti gorengan, teh manis dll, masih adanya warung pedagang di sepanjang aliran air curug. cuma mungkin karena kami masih datang terlalu pagi, penjualnya belum ada yang dagang. Ayolah tertawa bersama dulu biar lucu HIHI

Setengah jam berlalu (mungkin lebih ya :D) akhirnya kami bergegas kembali untuk melanjutkan perjalanan. kurang lebih 2 Jam lagi kami sampai di POS 3. yeahhhh!!! akhirnyaaa!!!


(pos 3, kirain belom sampe.. taunya.........)


14:00 akhirnya kami sampai di pos 3
Sepengetahuan teman-teman yang pernah mendaki kesini, masih diijinkan untuk terus melanjutkan perjalanan dari pos 3 sampai ke puncak 1 untuk mendirikan tenda. tapi ternyata terhitung 3 hari yang lalu dari pendakian kami ini,sudah diberlakukan peraturan baru. Disinilah batas untuk mendirikan tenda. Untuk summit ke puncak satu tidak diperbolehkan membawa tas besar, banyak kecelakaan ketika pendakian dari pos 3 menuju summit dengan membawa beban yang terlalu berat. setelah check in ala Hotel ber-bintang ribuan ini, kami dan teman-teman lainnya sepakat mematuhi peraturan yang ada dan segera bergerak secepat mungkin untuk mencari lapak mendirikan tenda. kami membawa 2 tenda kapasitas 4-5 orang. Maka itu kami harus mencari lapak yang cukup untuk 2 tenda super ini. dengan lahan yang sedikit miring, dikarenakan kami hanya mendapat lahan sisa yaaa jadi kami buat senyaman mungkin lah hahaha. Semula yang tadinya kami fikir perjalanan masih berlanjut, ternyata disinilah finish terakhir kami untuk mendirikan tenda. Selamat Siang dari Pos 3 Guntur. Semoga alam selalu bersahabat dengan kami. Amin



yeay it's camping time!!

Banyak tanah datar di pos 3 yang memang cocok untuk mendirikan tenda, dan juga dekat dengan mata air. Ini tidak menyulitkan setiap pendaki yang membutuhkan air untuk minum dan memasak.

Tenda kami sudah berdiri kokoh, hujan yang menyapa membuat kami menikmati waktu sebentar untuk memejamkan mata. selanjutnya? kami kelaparan! hahaha
bergegaslah kami mengeluarkan logistik persediaan kami. Aghi cukup handal soal kupas mengupas bahan masakan, sedangkan Mulya mulai memasak air untuk menyediakan minuman hangat pelengkap sore ini. Ahhhh... Damai sekali rasa hati ini. Kerinduan Aghi akan suasana mendaki tersalurkan. begitu juga Mulya yang mau merealisasikan kerinduan yang sudah lama Aghi rindukan.
Terimakasih semesta, kami berhutang banyak kepadamu tanpa bisa membalasnya. Berkatmu, kami kembali menjadi lebih dekat.


Aliran air yang berada di Pos 3

Tidak jauh dari lokasi pendirian tenda kami, terdapat aliran air yang biasa dgunakan pendaki untuk segala hal yang dibutuhkannya. Lokasi yang sangat strategis. Beruntunglah kami yang menempati lapaknya.

Kalian lihat tenda C**ns*na yang berdiri itu? Itu bukan tenda kami. Sebenarnya sudah ada larangan untuk mendirikan tenda didaerah itu. Entah kenapa masih saja ada pendaki yang nekat mendirikannya. Aturan itu dibuat yaaa.... semata-mata untuk keselamatan kalian juga lho teman-teman. bukan sebagai penghalan ke-narsisan kalian hehe. Narsis boleh kok, tapi tetap menjaga keselamatan pribadi kalian ya... Kalau kami mau sih, sebenarnya bisa saja kami trabas itu larangan yang tidak memperbolehkan kami mendirikan tenda di puncak 1. Walaupun bagus, tetapi orang-orang yang bertanggung jawab atas daerah itu juga bertanggung jawab atas keselamatan kita. Mereka aja peduli sama kita, Masa kalian sendiri ngga? Malu kaaannnn.... HEHE 
Sekali lagi demi keselamatan bersama, tetap patuhi peraturan yang dibuat ya teman-teman... Masalah lokasi bagus untuk spot foto, ya boleh aja... asal ndak dijadikan tempat stay selama pendakian. hihi 


bangun pagi cuci muka.


Pagi menyambut kami yang semalaman diguyur hujan. Berhubung 1 tenda kondisinya tidak sehat, jadilah orang-orang yang tidur di tenda itu banjir (tapi nyatanya, yang tidur tetep pules kok! hahaha)
gak peduli gimana tidurnya kita semalem, dan walaupun gabisa liat bintang betaburan kami tetap antusias sama liburan ini. Sepertinya sih karena kami semua kurang piknik hahaha
Setelah ngumpulin nyawa buat melek, Mulya dan Aghi turun kebawah untuk mengambil air. Sekalian nyegerin muka biar tetep kece hihihi

Sebenarnya kami bisa saja mandi ditempat segar seperti ini, tapi lingkungan yang indah ini menyadarkan kami. Mungkin, kalau untuk mandi-mandi biasa sih bisa aja.. asal jangan lupa diri mandi sambil sabunan, shampoan, odolan pas sikat gigi. (Buseeeett itumah gatau diri ya! hahahaha) iya bisa aja mandi-mandian.. tapi cuacanya terlalu dingin buat kami si penghemat air (alias si pemalas mandi hahahaha) cukup cuci muka dan gosok gigi tanpa odol aja sih kita juga tetep kece kok HEHEHE

Kali ini kami juga ikutan menghibau, ngingetin buat yang udah tau tapi lupa, ngasih tau buat yang belom tau hehe. ini aliran sungai mata air yang alirannya itu udah pasti dipakai buat orang-orang disekitar perkampungan kaki Gunung Guntur. Jadi buat kalian yang selalu bertanya kenapa ada larangan mandi dengan sabun, shampoan, dan gosok gigi dengan odol apalagi buang sampah ke aliran sungai ini ya alasan utamanya biar tempatnya tetap bersih. Ah... tapi yaaa kami rasa untuk kalian yang lebih paham dari kami pasti juga sudah tau alasnnya kenapa. yakan? hehe

Kita udah ngerasa kece banget nih, udah siap buat sarapan terus menyapa jalur puncak 1 hehe..


kita yang sudah kece

ahahaha gaya sih udah sok "into the wild" tapi tetep aje kalo mo pipis tetep minta temenin hahahaha!
setelah perut terisi secukupnya, kita jalan hunting tempat nih. Rame banget!!!! tapi ga serame Gunung sebelah sih hehehehe

Matahari masih malu untuk terlihat. Ngga apa yah... Guntur tetap cantik kok... 
Kita santai dulu di-starting point summit puncak 1. Masalah summit... yang penting ngasoh dulu lah ya disini hehehe




atas : View puncak 1, bawah : View Gunung Cikuray

View di pos 3 ini indah bangeeettttt, kita masih bisa melihat puncak 1 Gunung Guntur, terjalnya trek  kesana, sampai Gunung Cikuray yang menawan kalau cuaca cerah. sayang nya ketika kami kesini, agak sedikit mendung. Satu lagi tambahan bonus buat mata dari jarangnya pohon, kami bisa melihat kota garut lho. Bagi yang suka foto, disini juga banyak spot foto yang keren-keren. Kayak gini nih, walaupun mendung, Gunung Cikuray tetap terlihat menawan dari pos 3 ini..

Sepertinya kami berdua tidak ikut Summit ke puncak 1 dengan yang lainnya. Karena untuk summit lebih baik dilakukan sebelum subuh, jadi bisa melihat matahari terbit. namun menurut kami berdua, cuaca seperti ini sepertinya kurang bersahabat untuk summit. Dikhawatirkan malah menjadi hambatan yang lainnya lebih baik kami habiskan saja waktu untuk bersantai disini.

Untuk yang mau summit,  ikuti jalur yg sudah ada ya. Jarangnya pepohonan disini juga memudahkan pendaki saat summit. Ada jalur pasir dan juga rumput, Untuk pemula, sebaiknya jangan menggunakan jalur pasir pada saat summit, karna membuat kita sulit untuk melangkah. Gunakan jalur rumput, walaupun sedikit licin karna jalur pasir biasanya digunakan saat trek turun.

Selfie Bareng!
Yaaa... kurang lebih itulah sedikit sharing dan tips tentang Guntur dari kami. Semoga sedikit menghibur dan bermanfaat ya buat teman-teman semua hehe... sekian dari kami dan semesta dari Gunung Guntur. Salam Lestari










Rabu, 02 November 2016

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG, KALAU SUDAH KENAL ?


"Cerita Pertama bukan Cinta Pertama"

Gunung Guntur - Jawa Barat


Perkenalkan ini adalah kami. Mengapa mengatas namakan kami ? apakah kami sudah resmi mempunyai hubungan spesial ? ataukah kami sudah pernah bertemu sebelumnya, lalu mudah akrab satu sama lain ?

Biar kami jelaskan. Pertemuan awal kami dari medsos dimulai pada bulan Januari. Kemudian sampai pada rencana berikutnya untuk melakukan perjalan ke Gunung Guntur di bulan Febuari, Setidaknya cukup banyak hal yang kami bahas ketika gadget menjadi penghubung obrolan kami. Ada ketertarikan dan keserasian saat itu, Maka dari itu adanya pertemuan sungguhan di dunia nyata. Ya, biasanya kami hanya berhayal. Obrolan tidak masuk akal, racauan, hingga lelucon pecundang yang kadang kala mengocok perut.

Haruskah kami mendeskripsikan fisik atau lebih spesifik mengenai siapa kami ? Sepertinya tidak harus sedetail itu. Karena kami adalah Mulya Noviardi, seorang Laki-laki, bekerja di Jakarta & Aghita Faradila Asri seorang Perempuan, Mahasiswa Semester akhir.

Hobi kami bisa dikatakan sejenis, yaitu traveling. Menyukai banyak hal tentang semesta, harum udara pagi, harum tanah ketika hujan dan harum tubuh saat terpapar matahari. Apalagi merdunya angin yang menerpa pohon hingga membuat daun kering dan ranting sedikit berjatuhan atau, syahdunya suara ombak saat bermain di tepi pantai, aah itu sudah cukup bagi kami. 

Kami menyukai perjalanan, baik itu jauh atau dekat. Entah itu dalam keadaan yang kurang baik atau ketika objek yang tidak cukup baik itu tidak masalah bagi kami, karena setiap perjalanan pasti mengalami hal yang diluar ekspektasi. Setidaknya kami selalu bersyukur masih diberikan kesempatan untuk selalu bersama dalam keadaan seperti apapun. 

Kami menemukan satu sama lain, bisa dikatakan disengaja atau tidak disengaja. Pertemuan kami saja hanya berawal dari aplikasi random pencari jodoh di sosmed, haha karena dari keisengan membuahkan hasil yang sangat mengejutkan. Tetapi ini tidak instan, kami juga melakukan usaha agar komunikasi kami tetap terjaga. Karena dari hal tersebutlah, kami bisa pergi bersama untuk mendaki Gunung Guntur.

Nah, seperti itulah sedikit cerita pertama kami, ya memang bukan cinta pertama. Walupun sedikit setidaknya perkenalan ini, tidak membuat kami asing antara kalian. Tak kenal maka tak sayang. Dan ini awal dari cerita perjalanan kami dimulai, selamat datang di blog kami. MARI KELILINGSEKITAR